Sukes Budidaya Udang, Pria Asal Jawa Timur Ini Berhasil Menangkan penghargaan SATU Indonesia Award Bidang Teknologi

Share article

Sukes Budidaya Udang, Pria Asal Jawa Timur Ini Berhasil Menangkan penghargaan SATU Indonesia Award Bidang Teknologi ~ Eko.co.id. Pantai Pidakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, 19 Desember 2022 – Di bawah terik matahari, seorang pria paruh baya bernama Gianto, berusia 52 tahun, dengan tekun menebarkan pakan ke kolam-kolam udang vaname. Di kawasan ini, seorang pemuda mengoperasikan laptopnya, mengisi data dengan angka-angka, dan memantau kondisi tambak udang. Mereka adalah bagian dari sebuah revolusi dalam budidaya udang yang didorong oleh teknologi Internet of Things (IoT).

Baca juga: Justitia Avila Veda: Memerangi Kekerasan Seksual dan Mewujudkan Kesetaraan Gender

Pantai Pidakan, yang dikelilingi oleh debur ombak Samudera Hindia, menjadi saksi perubahan ini. Di balik peristiwa ini, ada sosok inovatif bernama Paundra Noorbaskoro, pemilik tambak udang vaname yang memutuskan untuk mengubah cara tradisional menjadi budidaya modern yang ramah lingkungan.

Paundra, alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, menciptakan sendiri sistem pengelolaan tambak berbasis IoT dan menggagas standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup semua aspek budidaya udang. Melalui sistem ini, ia dapat memantau dan mengontrol kondisi kolam udang dan kualitas air secara real-time.

Perjalanan menuju keberhasilan ini tidaklah mudah. Pada tahun 2018, Paundra dan tiga temannya memulai usaha budi daya udang berbasis aplikasi, namun bisnis ini merugi miliaran rupiah dan berhenti beroperasi pada tahun 2020. Namun, ia tidak menyerah. Dengan tekad kuat, Paundra memutuskan untuk terjun langsung menjadi petani tambak udang dan memulai dari awal.

Baca juga: Cara merubah Password Wifi Indihome

Dia mulai memperdalam pengetahuannya tentang budidaya udang dengan membaca jurnal ilmiah dan menonton tutorial di YouTube. Ia memulai riset untuk mengatasi masalah penyakit udang vaname, seperti hepatopankreas atau Early Mortality Syndrome (EMS). Setelah beberapa percobaan, Paundra berhasil menemukan komposisi pakan yang tepat untuk mengatasi penyakit ini, dan komposisi tersebut menjadi standar operasional dalam budidaya udangnya.

Selain itu, ia juga meneliti masalah kualitas air dan menyusun formula untuk mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan air tambak. Riset ini memakan waktu hampir satu tahun dan memerlukan investasi yang signifikan. Namun, hasilnya terbukti sangat menguntungkan.

Pada awal tahun 2022, Paundra mulai menerapkan konsep Internet of Things (IoT) dalam budidaya udang vaname. Dia mengembangkan aplikasi yang terhubung dengan data kondisi air kolam dan udang secara real-time. Melalui aplikasi ini, ia dapat memantau perkembangan dan kesehatan udang, mengukur berat badan udang tanpa harus memanennya, dan bahkan mengatur waktu panen secara efisien.

Selain itu, ia juga membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang terintegrasi dengan kolam udang. Hal ini membantu menjaga lingkungan dengan mengendalikan limbah tambak sebelum dilepaskan ke laut.

Baca juga: merubah halaman portrait ke landscape dalam satu file word

Hasilnya sangat memuaskan. Pada tahun 2022, Paundra berhasil panen udang vaname dengan hasil antara 1,7 hingga 20 ton per kolam. Dengan sistem yang dibangunnya, ia mampu memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp50 juta per kolam. Keuntungan ini digunakan untuk memperluas bisnisnya dengan membuka tambak baru, sehingga saat ini ia memiliki 18 kolam udang vaname.

Inovasi Paundra tidak hanya berdampak pada usahanya sendiri, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian di daerahnya. Ia telah mempekerjakan sebelas orang sebagai bagian dari timnya, dan ia berharap dapat terus berkontribusi pada pembangunan wilayahnya.

Dengan suksesnya pendekatan budidaya udang vaname yang modern, efisien, dan ramah lingkungan ini, Paundra telah membuktikan bahwa kombinasi sains dan teknologi dapat mengubah budidaya tradisional menjadi usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan. Ia adalah salah satu contoh nyata dari bagaimana inovasi dapat mengubah dunia pertanian dan perikanan untuk lebih baik.

Tidak hanya itu, Paundra Noorbaskoro juga meraih penghargaan SATU Indonesia Award 2022 Bidang Teknologi, yang menegaskan kontribusinya dalam menggagas dan menerapkan teknologi canggih dalam budidaya udang vaname. Dengan prestasinya ini, Paundra membuktikan bahwa inovasi dan dedikasi dapat membawa perubahan positif dalam sektor pertanian dan perikanan.

Baca juga: Cara Instal Nginx di Centos 7

Share article
Mas Eko
Mas Eko

Hidup adalah sebuah perjalanan. Senyum adalah salah satu cara bersukur menikmati qadha dan qadar dari Allah.

Articles: 44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *