Mengenal Sejarah, Pusaka, dan Ciri Khas Kabupaten Sleman?

In Sejarah 73 views

Mengenal Sejarah, Pusaka, dan Ciri Khas Kabupaten Sleman? (Eko.co.id) ~ Hallo sobat semua pada kesempatan kali ini Mas Eko mau berbagi informasi terkait Sejarah Sleman. Nah bagi yang belum tau Sleman merupakan salah satu nama Kabupaten yang terletah di sebelah utara Kota Jogja. Bagi yang sudah pernah berwisata ke Kabupaten Sleman tentunya tidak asing labi dengan makanan jadah tempe dan juga salak pondoh-nya, hmmm kebayang bikin ngiler hehe.

Selain itu di Sleman juga banyak sekali kampus-kampus ternama seperti UGM, UNY, UPN, UII, Amikom, dan masih banyak lagi kampus lainnya sudah sebutin satu-satu hehe. Secara Geografis Saat ini Kabupaten Sleman perbatasan dengan en ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten) di utara dan timur, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta di selatan, serta Kabupaten Kulon Progo di barat. Nah sudah tau kan posisi Sleman itu ada dimana hehehe, ow iya lupa Sleman juga punya klub sepak bola lo sob yakni PS Sleman.

Mengenal Sejarah Sleman

Pedagang kaki lima di stasiun Tempel jalur trem uap Jogjakarta Moentilan 1904 - Mengenal Sejarah, Pusaka, dan Ciri Khas Kabupaten Sleman?

Dikutip dari Pn-Sleman.go.id, Keberadaan Sleman (ꦱ꧀ꦭꦺꦩꦤ꧀. Sléman) sudah ada sejak sebelum Indonesia Merdeka. Pada Rijksblad No. 11 Tahun 1916 tanggal 15 Mei 1916 wilayah kasultanan Yogyakarta dibagi menjadi tiga wilayah yakni Kalasan, Bantul, dan Sulaiman (yang kemudian disebut Sleman).

Baca juga: Al-Qur’an Online Surah Al-Fatihah Arab Latin dan Terjemahan

Dalam Rijksblad tersebut juga telah disebutkan bahwa Kabupaten Sulaiman itu terdiri dari empat distrik antara lain, Distrik Mlati (terdiri 5 onderdistrik dan 46 kalurahan), Distrik Klegoeng (terdiri 6 onderdistrik dan 52 kalurahan), Distrik Joemeneng (terdiri 6 onderdistrik dan 58 kalurahan), Distrik Godean (terdiri 8 onderdistrik dan 55 kalurahan).

Hari Jadi Kabupaten Sleman

Setelah melalui proses penelitian, pembahasan, dan perdebatan selama bertahun-tahun akhirnya hari jadi Kabupaten Dati II Sleman disepakati. Berdasarkan Perda no. 12 Tahun 1998 tertanggal 9 Oktober 1998 telah ditetapkan tanggal 15 (lima belas) Mei tahun 1916 merupakan hari jadi Sleman.

Di sini perlu ditegaskan bahwa hari jadi Sleman adalah hari jadi Kabupaten Sleman, bukan hari jadi Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman. Penegasan ini diperlukan mengingat keberadaan Kabupaten Sleman jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai wujud lahirnya negara Indonesia modern, yang memunculkan Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman.

Dalam perhitungan Almanak, hari jadi Kabupaten Sleman jatuh pada hari Senin Kliwon, tanggal 12 (dua belas) Rejeb tahun Je 1846 Wuku Wayang. Atas dasar perhitungan tesebut ditentukan surya sengkala (perhitungan tahun Masehi) Rasa Manunggal Hanggatra Negara yang memiliki arti Rasa = 6, manunggal = 1, Hanggatra = 9, Negara = 1, sehingga terbaca tahun 1916. Sementara menurut perhitungan Jawa (Candra Sengkala) hari jadi Kabupaten Sleman adalah Anggana Catur Salira Tunggal yang berarti Anggana = 6, Catur = 4, Salira = 8, Tunggal = 1, sehingga terbaca tahun 1846. Kepastian keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman didasarkan pada Rijksblad no. 11 tertanggal 15 Mei 1916. Penentuan hari jadi Kabupaten Sleman dilakukan melalui penelaahan berbagai materi dari berbagai sumber informasi dan fakta sejarah.

Bedasarkan perhitungan tahun Masehi, Hari Jadi Kabupaten Sleman ini ditandai dengan surya sengkala “Rasa Manunggal Hanggatra Negara” yang memiliki sifat bilangan Rasa= 6, Manunggal=1, Hanggatra=9, Negara=1, sehingga terbaca tahun 1916. Sengkalan tersebut, walaupun melambangkan tahun, memiliki makna yang jelas bagi masyarakat Jawa, yakni dengan rasa persatuan membentuk negara. Sedangkan dari perhitungan tahun Jawa diperoleh candra sengkala “Anggana Catur Salira Tunggal”. Anggana=6, Catur=4, Salira=8, Tunggal=1. Dengan demikian dari candra sengkala tersebut terbaca tahun 1846.

Di kutip dari Slemankab.go.id, terdapat dasar-dasar pertimbangan yang digunakan antara lain :

  • Usia penamaan yang paling tua Mampu menumbuhkan perasaan bangga dan mempunyai    keterkaitan batin yang kuat terhadap masyarakat.
  • Memiliki ciri khas yang mampu membawa pengaruh nilai budaya .
  • Bersifat Indonesia sentris, yang dapat semakin menjelaskan peranan ciri keindonesiaan tanpa menyalahgunakan obyektivitas sejarah.
  • Mempunyai nilai historis yang tinggi, mengandung nilai dan bukti sejarah yang dapat  membangun semangat dan rasa kagum atas jasa dan pengorbanan nenek moyang kita.
  • Merupakan peninggalan budaya Jawa yang murni, tidak terpengaruh oleh budaya  kolonial.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengunci (Freeze) Baris atau Kolom di Microsoft Excel

Apa Pusaka dan Identitas Daerah?

Tombak Pusaka Kyai Turunsih Milik Pemkab Sleman - Mengenal Sejarah, Pusaka, dan Ciri Khas Kabupaten Sleman?

Tombak Pusaka Kyai Turunsih Milik Pemkab Sleman

Kabupaten Sleman ternyata memiliki pusaka lo sob, Pusaka yang dimiliki oleh Kabupaten Sleman adalah Tombak  “Kyai Turunsih Tangguh Ngayogyakarto“. Pusaka tombah tersebut merupakan pemerian dari Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Sabtu Kliwon 15 Mei 1999 (Tanggal Jawa, 29 Sapar 1932 Ehe).

Pada saat penyerahan pusaka tombak Kyai Turunsih kepada Bupati Sleman, dikawal 2 bergada prajurit Kraton Yogyakarta yakni Bregada Ketanggung berbendera Cakraswandana dan Bregada Mantrijero berbendera Purnamasidi. Pusaka itu dibawa seorang abdi Keraton Yogyakarta, KRT Pringgohadi Seputra.

Tombak Kyai Turunsih memiliki dhapur (pangkal) cekel beluluk Ngayogyakarta dan pamor beras wutah (wos wutah) wengkon. Pamor pusaka itu sesuai kondisi Sleman sebagai gudang berasnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Tombak tersebut memiliki panjang sepanjang kurang lebih 270 cm dan pangkal sepanjang 49 cm.

Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, Tombak Kyai Turunsih mengisyaratkan laku ambeg paramarta, dijiwai olah rasa kasih sayang, yang mencakup wilayah se Kabupaten Sleman sebagaimana sebuah keluarga besar yang harmonis, mulat sarira sesuai hari jadinya ‘Anggana Catur Sarira Tunggal’ yang terbaca tahun 1846 Jawa. Candra Sengkala tersebut mengemukakan sikap kearifan tradisional di empat penjuru yang manunggal pada jiwa kesatuan, yang menjadi unsur kasepuhannya.

Makanan Khas Sleman?

Apa Saja Oleh Oleh Khas Sleman - Mengenal Sejarah, Pusaka, dan Ciri Khas Kabupaten Sleman?

Salak Pondoh

Tentunya semua orang pasti tau dong kalau main ke Sleman yang paling sering dijumpai adalah jadah tempe, selai itu juga ada oleh-oleh khas Sleman yang paling popular lo, apa itu? Salah Pondoh (Sallaca edulis Reinw ).

Baca juga: Begini Cara Mudah Screenshot Layar Hp Samsung A02s

Salah Pondoh dipilih menjadi flora identitas Kabupaten Sleman karena merupakan jenis tanaman Salak khas di wilayah Sleman dan telah menjadi kebanggaan masyarakat Sleman. Awalnya, Partodiredjo, seorang Jogoboyo desa pada Kapanewon Tempel, pada tahun 1917 menerima kenang-kenangan empat butir biji salak dari seorang warga negara Belanda yang akan kembali ke negerinya karena masa tugasnya telah berakhir. Biji Salak yang kemudian ditanam dan dibudidayakannya dengan baik ternyata menghasilkan buah yang manis dan tidak sepat, tidak seperti buah Salak yang selama itu dikenalnya. Pada tahun 1948-an tanaman Salak tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Muhadiwinarto (putra Partodiredjo) warga Sokobinangun, Merdikorejo, Tempel. Karena kelebihannya dalam hal rasa, tanaman salak tersebut cepat berkembang pesat penyebarannya.

Nah sudah Lengkap ya Sob informasi terkait Mengenal Sejarah, Pusaka, dan Makanan Khas Sleman. Semoga bisa menambah wawasan sobat semua terimakasih telah berkunjung di website Mas Eko Konsultan IT Jogja. Bye bye sampai bertemu lagi di artikel berikutnya jangan lupa share dan baca artikel lainnya ya.

Tags: #makanan Khas Sleman #Sejarah Kabupaten Sleman #Senjata Khas Sleman

author
Author: 
Bekerja Keras Untuk Ibadah dan Keluarga
No related post!

Leave a reply "Mengenal Sejarah, Pusaka, dan Ciri Khas Kabupaten Sleman?"

Must read×

Top